Tinggalkan Profesi Penambang Emas Demi Pendidikan

Zulfikar Margabesi tinggalkan pencari emas demi pendidikan

Zulfikar Margabesi tinggalkan pencari emas demi pendidikan

Namanya Zulfikar Margabesi. Lelaki yang berasal dari Manokwari, Nuu Waar itu kini tercatat sebagai santri Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN). Zulfikar pergi meninggalkan tempat tinggalnya menuju Pulau Jawa untuk meraih pendidikan di perguruan tinggi. Kini, ia tengah menanti ujian seleksi di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Bagi Zulfikar, pendidikan lebih berharga dari segalanya. Tak heran jika akhirnya ia meninggalkan kerjaannya sebagai penambang emas dan pencari kayu gaharu di Manokwari. Upah Rp 30 juta per empat hari pun ia tinggalkan demi menggapai cita-citanya.

Menurut Zulfikar, tiap kali berangkat mencari emas, ia harus menempuh perjalanan yang sangat panjang. Dari tempat tinggalnya di Kec Warmare menuju tepi hutan harus menempuh perjalanan selama lima jam menggunakan mobil ranger. “Dari tepi hutan, saya masih harus berjalan selama satu hari menembus hutan sampai tiba di tempat penambangan,” ujar Zulfikar yang mengaku berjalan sambil membawa bahan bakar dan bahan makanan.

Katanya, tiap kali berada di tambang, ia bekerja hingga empat hari. Selama itu, kata Zulfikar, bisa mendapatkan emas hingga 40 ons. Kalau sudah dapat segitu, ia bersama timnya turun ke kota untuk menjual biji-biji emas itu kepada penampung. “Hasil dari penjualan itu saya dapat bagian,” ujar Zulfikar. Tapi sayang, uang puluhan juta itu tak seberapa ia bisa nikmati. Kehidupan anak muda dan lingkungan yang tidak kondusif menjerumuskannya dalam pesta-pesta kemaksiatan, seperti minuman keras.

Kini Zulfikar mengaku sudah taubat. Ia merasa hasil kerja keras yang sudah ia lakukan sejak masih di bangku SMA itu tak ada sisanya hingga saat ini. Zulfikar bersyukur ada saudaranya yang sudah lebih dulu gabung dengan AFKN mengajaknya untuk sekolah ke Jakarta.  “Awalnya saya mikir-mikir ajakan itu sambil mencari kayu gaharu ke hutan. Selama di hutan itu saya sakit tak ada yang ngurus. Saya merasa harus berubah, akhirnya saya terima tawaran saudara saya itu,” aku Zulfikar.

Zulfikar bertekad ingin sungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan ini bersama AFKN. Kokoh seperti besi. Sebagaimana namanya Zulfikar Margabesi.* Ahmad Damanik/Humas AFKN