Tebar Sejuta Jilbab di Pedalaman Nuu Waar

 

Tebar Jilbab2“Kasihan deh wanita-wanita perkotaan baru belajar telanjang, kami sudah pengalaman,” sergah Ustadz Fadzlan dalam beberapa ceramahnya mengenai kondisi dakwah pedalaman Nuu Waar (Irian Jaya)

Cuplikan komentar Ustadz Fadzlan yang juga Ketua Umum Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) ini sangat singkat, tapi dalam. Bagaimana tidak, komentar ini berisi sindiran bagi wanita-wanita yang ada di perkotaan yang senang membuka aurat, tak berjilbab. Sementara, tradisi telanjang yang menjadi bagian kehidupan masyarakat pedalaman Nuu Waar pada dahulu kala, sudah perlahan ditinggalkan.

Kini, masyarakat pedalaman Nuu Waar, terutama yang wanita, saat hidayah Islam mulai menyapa hati dan fikiran mereka sudah perlahan meninggalkan tradisi telanjang. Mereka mulai merasa malu. Sayangnya, hijab/jilbab tak mereka miliki. Bahkan sulit mendapatkan benda terbuat dari kain itu di pedalaman.

Atas dasar itulah, Al-Fatih Kaaffah Nusantara, sebuah lembaga dakwah yang fokus pada dakwah di pedalaman Nuu Waar melakukan tebar jilbab bagi para Muslimah yang ingin menutup aurat. Ini adalah ladang dakwah yang bisa dilakukan oleh seluruh kaum Muslimin/Muslimat di manapun berada.

Yuk, bantu saudari-saudari Muslimah kita yang ada di pedalaman Nuu Waar dengan berbagi jilbab. Sumbangkan jilbab terbaik Anda untuk mereka menyempurnakan dalam menutup aurat, sehingga mereka bisa tampil sebagai Muslimah sejati.

Sebarkan dan teruskan tulisan ini kepada rekan, saudara, dan kolega Anda demi kemajuan dakwah di pedalaman Nuu Waar. Ahmad Damanik/Humas AFKN