Sambut Ramadhan, AFKN Kirim 200 Dai dan Kepala Suku

IMG20150529110026

Ketua Umum AFKN bersama dua kepala suku silaturahim dengan Wapres Jusuf Kalla. Dalam silaturahim ini, kepala suku menyampaikan kondisi umat Islam di Nuu Waar.

Memasuki bulan Ramadhan, Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) mengirimkan dai sebanyak 200 orang ke beberapa daerah di Nuu Waar. Dai yang ditugaskan untuk berdakwah selama bulan Ramadhan ini ditempatkan di Fakfak, Merauke, Raja Ampat, Kaimana, dan Nabire. Hal ini disampaikan Ketua Umum AFKN, Ustadz M Zaaf Fadzlan Rabbani Garamatan di sela-sela keberangkatan memenuhi undangan ceraman dari pengurus DKM Al-Aqabah, Pupuk Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan.

Menurut Ustadz Fadzlan, para dai yang dikirim ini berasal dari beberapa lembaga yang bekerjasama dengan AFKN. Lembaga-lembaga tersebut antara lain: Pesantren Daaarus Sunnah dan Ma’had eLKISI Mojokerto. “Selain itu juga kita kirimkan santri-santri AFKN yang sudah siap terjun ke medan dakwah,” jelas Ustadz Fadzlan.

Selama di lokasi dakwah, para dai ini ditugaskan untuk mengisi pengajian di masjid-masjid, baik yang ada di kota maupun di perkampungan. “Mereka akan memakmurkan Ramadhan dengan kegiatan belajar al-Qur’an kepada para orangtua, dan juga mengadakan pesantren kilat bagi anak-anak,” papar Ustadz Fadzlan. Uniknya, tidak semua dai yang dikirim ini berusia dewasa, dai dari Ma’had eLKISI Mojokerto justru masih menjalani pendidikan setingkat SMA.

Kegiatan pengiriman dai ke Nuu Waar, terang Ustadz Fadzlan, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh AFKN, salah satunya di saat bulan Ramadhan. Pengiriman ini, kata Ustadz Fadzlan, dalam rangka meningkat kualitas keislaman masyarakat Nuu Waar. “Terutama masyarakat Nuu Waar yang mualaf, perlu dibina secara khusus keislaman mereka yang masih baru,” tandas Ustadz Fadzlan. Tidak saja, ke Nuu Waar, pada Ramadhan kali ini, AFKN juga mengirimkan dai ke Masohi, Maluku Tengah.

Pemulangan Kepala Suku

Sementara itu, di awal Ramadhan ini, AFKN juga memulangkan dua kepala suku untuk berdakwah di tengah masyarakatnya. Dua kepala suku tersebut bernama Waruk Wane Lani dari Suku Dani di Wamena dan M Soleh Roey Kambu dari Suku Maybrat di Fakfak. “Mereka baru saja menunaikan ibadah umrah atas undangan dari Kerajaan Arab Saudi,” kata Ustadz Fadzlan.

Usai kepulangan umrah ini, AFKN menugaskan kepada kedua kepala suku tersebut untuk menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakatnya. Tugas dakwah ini, mendapatkan respon semangat dari kepala Suku Maybrat. “Insya Allah, setelah ini saya akan mengumpulkan seluruh masyarakat Suku Maybrat. Semoga dengan pendekatan ini bisa menarik mereka yang belum memeluk Islam,” kata Soleh Roy Kambu yang baru beberapa tahun ini memeluk Islam.

Hal senada juga disampaikan Waruk Wane Lani. Anak kepala Suku Dani dari Distrik Walesi. “Alhamdulillah, di sana kami sudah mendirikan masjid, hanya saja masih perlu kerja keras lagi untuk mengajak masyarakat asli Suku Dani untuk belajar Islam,” kata Waruk yang pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.* Ahmad Damanik/Humas AFKN