Sambangi Pesantren Nuu Waar, Aher Harap Berkah

DSC07305

SETU, BEKASI – Hari Kamis lalu (4/6), Gubenur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Nuu Waar di Komplek Pondok Pesantren Nuu Waar. Pesantren yang didirikan oleh Yayasan Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) ini berlokasi di Kampung Bunut, Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Gubernur yang biasa disapa Aher ini hadir dengan mengenakan kemeja batik coklat dan kopiah yang menutupi kepalanya.

Meski telah menunggu sejak pagi, para santri dan tamu undangan nampak bahagia bisa disambangi oleh orang nomor satu di propinsi Jawa Barat ini. Demikian juga Aher, dalam sambutannya, ia mengatakan, “Saya sangat senang berada di tengah generasi muda pelanjut masa depan, apalagi ini berasal dari Papua.”

Menurut Ketua Yayasan AFKN, Ustadz M Fadzlan Garamatan, keputusan Aher hadir ke Pesantren Nuu Waar sangat mendadak. “Asisten Daerah baru menghubungi saya pada pukul 7 pagi, sementara acara akan dimulai pada pukul 9 pagi,” terang Ustadz Fadzlan di tengah persiapan penyambutan. Meski kabar kedatangan Aher mendadak, panitia pelaksana tetap biasa, sebab persiapan acara telah dipersiapkan sejak lama.

Awalnya, aku Ustadz Fadzlan, beberapa hari sebelum acara tersebut dilaksanakan Aher menyampaikan permohonan maaf tidak dapat memenuhi undangan yang disampaikan panitia. Permohonan maaf itu disampaikan Aher melalui korespondensi Aher dengan Ustadz Fadzlan melalui what’s app. “Saya dengan Aher sudah lama berkomunikasi, karena kami sama-sama berada di dalam grup saling sapa.com,” ujar Ustadz Fadzlan.

Dalam pesan yang disampaikan kepada Ustadz Fadzlan, Aher mengaku ada beberapa kegiatan pemerintahan yang mengharuskan beliau hadir. Sebagai gantinya, Aher berjanji akan mengutus Asisten Daerah menggantikan dirinya. Membalas pesan itu, Ustadz Fadzlan menyatakan ucapan terima kasih atas kesediaan Aher mengutus asisten daerah ke Pesantren Nuu Waar. “Semoga lain waktu Aher bisa hadir di Pesantren Nuu Waar,” ujar Ustadz Fadzlan membalas pesan Aher.

Namun, tak disangka-sangka pada hari pelaksanaan melalui informasi dari Asisten Daerah, Aher bersedia hadir ke pesantren. Sekitar pukul 10, Aher yang berangkat dari Bandung itu tiba di pesantren dengan pengawalan Polantas. “Wah, kalau tidak dikawal begini, bisa terjebak macet,” kata salah seorang petugas yang mengawal Aher.

Setiba di pesantren, Aher yang langsung disambut pimpinan pondok pesantren, santri, dan tamu undangan menuju pendopo untuk istirahat sejenak. Di sela-sela berbincang dengan pimpinan pesantren, Aher mengaku ingin mendapatkan berkah. “Kalau datang ke pesantren, insya Allah kita akan mendapatkan berkah,” kata Aher. Tak lama, setelah mendapat penjelasan soal pendirian pesantren, Aher langsung menuju aula tempat acara dilangsungkan.

Usai acara, www.afkn-nuuwaar.com mengonfirmasi perkataan Aher soal mendapatkan berkah. Istilah ini kerap kali muncul di kalangan pejabat yang kerap menyambangi pondok pesantren atau tokoh agama untuk mendapatkan doa atau restu menjelang pencalonan. Apalagi, belakangan Aher termasuk salah satu nama yang digadang-gadang menjadi calon RI1 di tahun 2019.

Menjawab pertanyaan itu, Aher mengatakan, “Insya Allah, dengan begini kita akan mendapatkan berkah silaturahim. Andai saya tidak datang ke pesantren ini, saya tidak akan tahu hal yang mengharukan ini. Bagaimana Ustadz Fadzlan membina generasi muda Muslim dari Papua,” papar Aher singkat. Tak lama, Aher pun meninggalkan pesantren langsung menuju Bandung untuk menghadiri rapat penting. Ahmad Damanik/Humas AFKN