Roboh Akibat Angin Kencang, Masjid Di Jayawijaya Butuh Dana Renovasi

Masjid Rabbul 'Alamin di tengah Pulau Ugar

[ILUSTRASI] Masjid di pedalaman Nuu Waar

Sudah hampir 1 tahun, masjid kebanggaan masyarakat asli Lembah Baliem ini hancur akibat diterpa angin kurima. Tempat ibadah yang bernama Masjid Al Huda ini berlokasi di Desa Asotipo, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Propinsi Papua. Dua kubah yang menutup bagian atas masjid hancur sejak angin kencang itu bertiup. Begitu juga bagian atapnya yang tidak lagi bisa menahan air hujan yang turun. Bagian dindingnya yang terlihat retak dimana-mana. Demikian pun lantainya banyak yang hancur-hancur sehingga tak lagi membuat jamaah merasa nyaman untuk melaksanakan sholat.

Nyaris tak lagi terdengar suara adzan terdengar dari masjid yang menjadi benteng umat Islam di Lembah Baliem ini. Namun, semangat untuk tetap menjaga tegaknya sholat masih tumbuh dengan baik. Terutama bagi Mulyadi Asso yang menjadi ketua pengurus masjid tersebut. Seringkali sebelum memanggil jamaah lain untuk sholat, ia harus membersihkan terlebih dulu masjid yang kayu-kayu atapnya pun sudah mulai keropos. Bahkan terkadang ia pun harus membersihkan genangan air hujan yang turun langsung ke dalam masjid.

Keberadaan Masjid Al Huda di tengah komunitas Muslim yang hanya berjumlah 111  KK ini sangat strategis. Ini menjadi bukti kuat bahwa Islam masih tegak di lembah yang dihuni oleh masyarakat asli Suku Dani itu. Menjaga agar adzan tetap berkumandangan dari masjid ini pun sejatinya menjadi tugas kita bersama agar aqidah Islam di dada mereka terus terjaga. Terlebih di tengah derasnya “rayuan” para missionaris yang bisa dengan cepat hilir mudik ke kampung itu, karena fasilitas landasan pesawat terbang twin otter milik missionaris yang tak jauh dari kampung tersebut.

Umat Islam di Asotipo merindukan masjid kebanggaannya itu kembali tegak dan terlihat indah. Selain mereka akan semakin nyaman melaksanakan sholat, anak-anak mereka pun bisa nyaman mengikuti pengajian di dalam masjid itu. Ini kebanggaan mereka sebagai seorang Muslim. Tidakkah kita tergerak untuk menjadikan masjid kebanggaan mereka itu kembali tegak dan indah? Bukankah itu pun baitullah yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Barangsiapa yang membangun suatu masjid, ikhlas karena mengharap wajah Allah Ta’ala, maka Allah akan membangunkan rumah yang semisal di dalam surga.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Berdasarkan perintah Nabi SAW tersebut, Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) sebagai lembaga dakwah yang fokus melakukan berbagai kegiatan dakwah di pulau Nuu Waar membuat program renovasi Masjid Al Huda. Diperkirakan dana yang diperlukan untuk merenovasi keseluruhan sebesar Rp 350.000.000 (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Yang akan dialokasikan untuk pembelian kubah masjid, merapikan dinding dan lantai, membayar pekerja, dan kebutuhan lainnya.

Kami mengajak kepada seluruh umat Islam di mana saja berada, untuk bersama-sama mewujudkan kembali masjid kebanggaan masyarakat di Desa Asotipo. Kepeduliaan kita bersama akan meyakinkan mereka bahwa sesungguhnya setiap orang beriman adalah bersaudara. Islam di sini dan Islam di sana adalah Islam yang sama dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Allah Ta’ala di sini dan Allah Ta’ala di sana juga sama adalah Allah Ta’ala yang wajib disembah dan penguasa alam semesta, serta tak pernah luput setiap kebaikan hamba-Nya yang ikhlas menolong tegaknya diin di muka bumi.

Bantuan Anda bisa ditransfer melalui rekening:

BNI Syariah 0272455639

Bank Syariah Mandiri 7107281724

An. Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara

Info lebih lanjut bisa menghubungi: 0813 1914 2952 atau 0813 8555 5314.

 

MARI SEBAR LUASKAN KEBAIKAN INI…….!