Peringatan 17 Agustus ala Santri AFKN Nuu Waar

10600499_557270541041466_4561979997767318820_nTepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69, seluruh santri Pondok Pesantren Nuu Waar mengibarkan bendera merah putih di halaman pesantren yang berlokasi di Kampung Bunut, Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pengibaran bendera yang dilaksanakan dalam upacara itu dipimpin oleh Ketua Umum Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Ustadz M Zaaf Fadzlan Garamatan.

Upacara yang dimulai pada pukul 8 pagi ini diikuti oleh 500 santri asal Nuu Waar (Irian Jaya) yang tengah menimba ilmu di Pulau Jawa. Dalam pidatonya, Ustadz Fadzlan mengatakan bahwa Indonesia bisa merdeka atas perjuangan para pahlawan dan ulama yang gigih berjuang melawan penjajah Belanda.

Menegaskan hal tersebut, Ustadz Fadzlan juga menekankan bahwa sebagai generasi penerus kita harus mampu menjaga negeri ini dengan segala perjuangan. “Para pejuang telah mampu melawan dan mengusir dari tanah air yang kita cintai ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, pria asal Patipi, Fakfak ini mengatakan bahwa negeri ini menunggu sumbangsih nyata kita. “Kita yang dari Nuu Waar, mulai sekarang mari kita tanamkan dalam jiwa dan raga untuk semangat dalam berjuang menuntut ilmu. Semangat karena kita bagian dari anak bangsa,” tegasnya.

Katanya, bangsa ini bersatu karena rahmat Allah Subhanahu wata’ala dan kejujuran para pejuang kita. Maka, tambah Ustadz Fadzlan, kemerdekaan ini merupkan amanah besar yang harus sama-sama kita pikul. “Mari kita ubah Indonesia menjadi lebih baik. Juga saudara-saudara yang ada di bumi Nuu Waar,” ujar Ustadz Fadzlan yang juga menegaskan perlunya menanamkan sifat kejujuran dan kebersamaan untuk mewujudkan amanah tersebut.

Sontak, pidato yang disampaikan Ustadz Fadzlan mampu membakar semangat para santri sambil meneriakan kalimat takbir. “Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar,” teriak para santri. Usai menyampaikan pidato, maka usai pula acara upacara yang digelar secara sederhana. Upacara itu ditutup dengan doa oleh Ustadz Abdurrahman Urbun yang juga selaku Wakil Mudir Pondok Pesantren Nuu Waar.

Usai menggelar prosesi upacara, para santri langsung berhamburan ke asrama untuk bersiap-siap mengikuti aneka perlombaan yang dikordinir oleh Himpunan Mahasiswa dan Santri AFKN Nuu Waar (HIMSANI). Ketua Panitia 17 Agustus, Hasmin Nabi mengatakan panitia telah menyiapkan 10 macam perlombaan, di antaranya: futsal, bola voli, panjat pinang, makan krupuk, dan beberapa lomba lainnya.

Kata Hasmin, perlombaan ini untuk memberikan semangat kepada para santri untuk meraih prestasi. “Bahkan kami juga mengundang warga sekitar untuk ikut serta dalam perlombaan, baik anak-anak maupun orangtua,” ujar Hasmin.  Keikutsertaan para warga, aku Hasmin, untuk merekatkan hubungan antara para santri di pondok dengan warga yang ada di sekitar pondok.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, seluruh santri, baik putra maupun putri, nampak gembira mengikuti berbagai perlombaan tersebut. Bahkan tidak saja para santri yang berlomba, para ustadz termasuk Ustadz Fadzlan pun turut serta dalam semua cabang perlombaan.* Rifat Tela, Ahmad Damanik/Humas AFKN