IAIN Walisongo Akan Kirim 19 Dai ke Nuu Waar

Kamis malam (29/9), bertempat di kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Jl. Tegalan No 1, Matraman, Jakarta Timur Ketua Umum Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Ustadz Fadzlan Garamatan dan Ketua Dewan  pembina AFKN, Dr Wahidin Puarada, M.Si, melakukan pertemuan dengan beberapa pengurus akademik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, Semarang, untuk membahas kerjasama pengiriman 19 dai lulusan IAIN Walisongo ke Nuu Waar.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Ketua Umum IPHI, Kurdi Mustofa ini dihadiri oleh perwakilan dari pihak IAIN Walisongo antara lain: M. Sulton, Ahmad Anas, dan Ely.

Dalam pertemuan tersebut, Wahidin Puarada yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Fakfak ini menjelaskan tentang peta dakwah di Nuu Waar. Selain itu, ia juga menerangkan tentang hal-hal apa saja yang bisa dilakukan para dai yg dikirim ke Nuu Waar. “Bukan hanya ilmu dakwah, tapi juga persiapan untuk kelangsungan hidup dai disana, seperti obat obatan,” ujar Wahidin Puarada.

Rencananya, ada 10 perempuan dan 9 pria yang akan diberangkatkan dari lulusan IAIN Walisongo. Belum dipastikan waktu keberangkatannya. Namun AFKN menawarkan lokasi yang bisa dijadikan tempat praktek kerja nyata lulusan IAIN Walisongo utk berdakwah, seperti di Kaburbur dan Kinam.

Sebelum pemberangkatan ke Nuu Waar, dai dari IAIN Walisongo akan mendapatkan training selama tiga hari dari para ustadz AFKN, mulai dari kursus Thibbun Nabawi, pembekalan mubaligh hingga karakter orang Irian. “Termasuk dibahas jenis transportasi apa yang digunakan utk berdakwah di Irian. Pesawat atau kapal laut,” ujar Ustadz Fadzlan Garataman.

Sementara itu, Wahidin Puarada menyarankan agat dai yang ingin berdakwah di Nuu Waar mengetahui sasaran dakwah yang hendak dicapai. Yang jelas, masyarakat di sana akan membantu kebutuhan makan para dai yang berdakwah selama beberapa minggu di sana. Desastian