Gubernur Jabar Canangkan Pembangunan Masjid Nuu Waar

DSC07359

SETU, BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menghadiri acara peletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nuu Waar di Komplek Pondok Pesantren Nuu Waar, Setu, Bekasi, Jawa Barat (4/6). Gubernur Aher yang datang bersama rombongan disambut pimpinan pondok pesantren, santri, dan para tamu undangan yang sejak pagi telah menunggu. Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan AFKN, Ustadz M Zaaf Fadzlan Garamatan, Mudir Pondok Pesantren Nuu Waar, KH Ahmad Husein Dahlan, Lc. MM, Kapolsek Setu, Danramil Setu, serta para tokoh masyarat Bekasi.

Ketua Yayasan AFKN, Ustadz M Fadzlan Garamatan dalam penyambutannya mengatakan, banyak yang bertanya kepada dirinya perihal alasan pembangunan pesantren yang didirikan oleh AFKN. Katanya, “Harus ada jalan atau solusi bagi masyarakat Nuu Waar yang ada di pegunungan dan pinggir laut untuk mengubah kehidupan mereka agar bermartabat dan berpendidikan. Sementara media massa banyak memberikan informasi kalau masyarakat di sana mendukung OPM.”

Oleh karena itu, terang Ustadz Fadzlan, perlu diberikan bekal pendidikan kepada mereka tentang aspek keislaman, kebangsaan, dan keindonesiaan. “Alhamdulillah, hingga saat ini tercatat sebanyak 6.600 orang anak telah difasilitasi oleh AFKN untuk mendapatkan pendidikan tersebut,” jelas Ustadz Fadzlan. Anak-anak itu, tambahnya, berasal dari Wamena, Biak, Serui, Asmat, Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, Sorong, Raja Ampat, dan beberapa daerah di Nuu Waar

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dalam awal kata sambutannya merasa senang hadir di Pesantren Nuu Waar. Bahkan, aku Aher, dirinya merasa lebih muda jika berada di generasi pelanjut masa depan. “Lebih bahagianya lagi karena saat ini saya berhadapan dengan generasi pelanjut masa depan Papua,” imbuhnya.

Di hadapan para santri, gubernur yang biasa disapa Aher ini mengungkapkan kekagumannya dengan pola pendidikan yang diterapkan oleh Pesantren Nuu Waar berbasis alam. “Saya sangat salut jika pesantren ini menggunakan alam sebagai sarana untuk belajar, apalagi sambil menghapal al-Qur’an. Ini semakin mendekatkan para santri dengan alam,” papar Aher.

Aher juga berpesan, dengan pola ini juga harapannya para santri bisa peduli dengan kekayaan yang dimiliki alam Indonesia. Terlebih di Papua, tegas Aher, sumber kekayaan alam sangat berlimpah. Jangan sampai kekayaan alam ini dikelola oleh asing yang pada akhirnya dibawa ke negaranya sendiri. “Oleh karena itu perlu dikelola oleh orang-orang terdidik dan bertakwa kepada Allah, agar hasil dari kekayaan alam ini bisa kembali kepada masyarakat,” harap Aher.

Menutup sambutan Aher menegaskan, “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pembangunan Masjid Nuu Waar di Pondok Pesantern Nuu Waar dengan ini resmi dicanangkan.”

Usai menyampaikan sambutan selama 20 menit, Aher langsung beranjak menuju lokasi pembangunan Masjid Nuu Waar yang berada di depan aula Pesantren Nuu Waar. Ditemani pimpinan pondok pesantren dan tamu undangan, Aher berkenan meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nuu Waar. Sambil mengenakan sarung tangan putih, Aher nampak lincah mengambil adukan semen dari dalam ember yang telah disediakan panitia. Tak lupa, Aher melemparkan senyum kepada juru kamera.* Ahmad Damanik/Humas AFKN