Diterjunkan ke Medan Dakwah, Santri AFKN Dibekali Ilmu

IMG_20130824_092008

Lebih dari 50 orang santri AFKN yang telah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kebidanan dan Keperawatan, kini tengah mengikuti program Pembekalan Nilai-nilai Al-Qur’an, Hadits, Aqidah, dan Tauhid.  Acara yang dilaksanakan pada tanggal 24 hinggal  30 Agustus 2013 ini bertempat di Masjid Al-Fattah, Pondok Hijau Permai, Bekasi Timur. Selain lulusan kebidanan dan keperawatan, santri AFKN yang lulus dari perguruan tinggi lainnya pun turut serta dalam program tersebut.

Ustadz Ahmad Husein Dahlan, Lc, Pimpinan Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN menuturkan, kegiatan ini digelar untuk memberikan pelatihan kepada santri yang selesai kuliah lebih mantap dalam membaca al-Qur’an. “Meski hanya 56 jam, diharapkan mereka sudah menguasai cara membaca al-Qur’an yang baik,” ujar ustadz lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Selain mempelajari cara membaca al-Qur’an, acara pembekalan yang dibimbing oleh Ustadz Abdul Kholik, Ustadz Sulthon, dan Ustadz Agus ini, disuguhkan materi tafsir al-Qur’an.  Rencananya, mereka akan diperkenalkan dengan tafsir mufradat, tafsir qur’an bil qur’an, tafsir qur’an bil hadits. Bahkan juga beberapa materi lain, seperti: fikih muyasar, fikih wanita, shirah nabawiyah, dan aqidah.

“Memang dari segi waktu ini sangat tidak memadai, paling minimal sekali selama tiga bulan. Insya Allah, setelah seminggu ini, mereka akan terus lanjut belajar,” ulas pria yang juga memimpin Pesantren Daarul Fikri Cikarang.

Jika semua itu, dapat tersampaikan dan dicerna oleh para santri, Ustadz Husein mengatakan, akan sangat luar biasa sebagai bekal untuk para santri yang akan pulang ke daerah. Mereka akan menjadi dai-dai yang siap terjun ke daerah. “Sebab AFKN tidak sekadar melahirkan tenaga medis dan guru saja, yang harus melekat dari para santri adalah peran mereka sebagai dai ilallah (penyeru di jalan Allah-red),” papar Ustadz Husein.

Dan, tambah Ustadz Husein, untuk itu perangkat ilmu-ilmu tadi tak bisa diabaikan. Termasuk juga tentang strategi pendekatan kepada masyarakat di bawah. Maka itu, AFKN akan coba lengkap para santri yang akan terjun ke masyarakat dengan detail soal karakteristik wilayah dan masyarakat. “Sehingga pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat tidak kontraproduktif atau bahkan bingung apa yang harus dilakukan,” cetus Ustadz Husein.

Pembekalan yang dilaksanakan setiap hari ini, dimulai dari pukul 8 pagi hingga 4 sore. Rencananya, penutupan acara pembekalan materi al-Qur’an ini akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 30 Agustus 2013 di Masjid Al-Fattah. Acara penutupan ini akan dihadiri oleh Ketua Umum AFKN, Ustadz M Zaaf Fadzlan Garamatan serta seluruh tim pengajar.

***

Usai mengikuti pembekalan materi al-Qur’an dan aqidah ini, 50 orang santri yang telah lulus dan akan diterjunkan ke medan dakwah ini juga akan mendapatkan pelatihan kedokteran ala Nabi SAW (thibbun nabawi). Pelatihan ini akan difasilitasi oleh tim pengajar dari Institut Thibbun Nabawi Indonesia (INTI), antara lain: Dokter Zaidul Akbar, Ir Tata Saputra, Ika Oktariyani, dan Odas Sunjana.

Kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 7 September 2013 ini akan mempelajari materi, antara lain: pemahaman thibbunnabawi, bekam, herbalogi, pembetulan tulang belakang,  dan deteksi penyakit.

Menurut Ustadz Abdurrahman Urbun, Divisi Pendidikan AFKN, pelatihan thibbun nabawi bisa menjadi bekal para santri AFKN yang akan ke Nuu Waar untuk pendekatan dakwah. Wallahu’alam. Ahmad Damanik/Humas AFKN