Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Menerima Kunjungan AFKN

IMG_0002

Silaturahim Ketua Umum AFKN dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Sri Agustina (Berjilbab)

Jum’at (29/11), Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Sri Agustina berkenan menerima kedatangan Ketua Umum Al Fatih Kaaffah Nusantara, Ustadz M Zaaf Fadzlan R Garamatan di Gedung Utama Lt 8 Kementerian Perdagangan RI, Jakarta Pusat. Kunjungan ini  merupakan tindak lanjut dari Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan yang berjanji akan membantu menyelesaikan persoalan barang hibah untuk AFKN yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priuk.

Dalam kunjungan itu, Ibu Dirjen menerima dengan ramah kedatangan Ustadz Fadzlan dan rombongan yang telah menunggu selama satu jam lebih. Kepadanya, Ustadz Fadzlan kembali menyampaikan bahwa barang bantuan yang berasal dari masyarakat Indonesia di Qatar untuk masyarakat di pedalaman Nuu Waar tertahan di pelabuhan.

“Untuk dapat mengeluarkannya sangat diperlukan rekomendasi dari kementerian perdagangan,” ujar Ustadz Fadzlan.

Menurut Ustadz Fadzlan, meski barang yang dikirim itu bukan baru, tapi sesungguhnya barang berupa pakaian sangat bermanfaat untuk masyarakat di pedalaman. Masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan pakaian. “Ini menjadi alat dakwah kami dalam mendekati masyarakat,” tegasnya.

Bahkan tidak hanya itu, ketika dakwah Islam masuk ke tengah masyarakat, dipastikan akan meminimalisir keinginan disintegrasi atau merdeka. “Barang yang mungkin dianggap tidak berharga itu bisa menjadi sarana tersebarnya dakwah Islam, dan kesatuan Indonesia menjadi semakin kokoh,” papar Ustadz Fadzlan kepada Ibu Dirjen. Terlebih, kata Fadzlan, barang itu merupakan bentuk kepeduliaan masyarakat Indonesia yang ada di Qatar.

Lebih lanjut, ustadz kelahiran Nuu Waar ini menjelaskan tentang kiprah dakwah AFKN yang telah menjejakkan dakwah selama lebih dari 30 tahun di Nuu Waar. Dengan menggunakan perangkat laptopnya, Ustadz Fadzlan menampilkan beberapa bentuk program kegiatan dakwah AFKN, seperti: menyebarkan pakaian bekas kepada masyarakat di pedalaman, kegiatan pemberdayaan, pengolahan sumber alam, dan aktivitas dakwah lainnya.

“Ini rekaman kegiatan kami saat dakwah di masyarakat, bagaimana mengajarkan mereka bersuci hingga mengucapkan dua kalimat syahadat,” ujar Ustadz Fadzlan sambil menyerahkan beberapa keping CD kegiatan AFKN di Nuu Waar.

Mendapat penjelasan sedemikian banyak, Sri Agustina terlihat agak terperangah. “Masya Allah, seperti itu ya kondisinya,” ujar Sri berkali-kali. Ibu Dirjen itu kemudian terlihat sibuk mencari lembaran peraturan Kementerian Perdagangan, sambil menyuruh stafnya untuk memanggil Carel Gusram, yang belakangan kami ketahui salah seorang staf di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri.

Menurut Sri Agustina, memang barang hibah bukan baru tidak diperkenankan untuk masuk ke Indonesia. Namun, barang hibah yang sifatnya bantuan melalui yayasan bisa mendapatkan deskresi atau kebijakan pengecualian. “Insya Allah nanti akan kami bantu untuk menyelesaikannya,” tegas Sri Agustina.

Tak lama, Carel Gusram yang dimaksudkan Ibu Dirjen itu pun tiba di ruangan. Kepada Carel, Sri Agustina mengatakan, “Pak Fadzlan ini menemui saya atas perintah Pak Menteri (Gita Wirjawan-red) untuk menyelesaikan masalahnya,” ucap Sri Agustina menjelaskan perihal bantuan hibah untuk AFKN yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priuk.

Mendengar hal tersebut, Carel yang dianggap menguasai mengenai peraturan menteri mengatakan, “Secara normatif memang barang hibah atau impor harus dalam keadaan baru. Selain itu juga harus mendapat pengesahan dari perwakilan RI negara setempat.”

Belum selesai Carel bicara, Sri Agustina memotong, “Tapi kan kita pernah membicarakan mengenai pengecualian (deskresi) bersama menteri.” Lanjut lagi, Ibu Dirjen menegaskan agar Direktorat Perdagangan Luar Negeri dapat mengeluarkan rekomendasi yang diperlukan untuk mengeluarkan barang hibah tersebut.

“Kasihan kan, masak kita tidak bisa membantu barang ini untuk masuk,” ungkapnya.

Sementara waktu saat itu semakin mendekati waktu shalat Jum’at. Sementara selesai shalat Jum’at, Ustadz Fadzlan harus memenuhi undangan ceramah di tempat lain. Akhirya, setelah shalat Jum’at, Ustadz Fadzlan sejenak menyampaikan kenang-kenangan kepada Sri Agustina, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri sebagai bentuk jalinan silaturahim yang telah Allah SWT takdirkan.

“Insya Allah berikutnya saya akan berusaha memastikan agar keluar surat rekomendasi dari kementerian perdagangan,” janji Sri Agustina.* Ahmad Damanik/Humas AFKN