Didik Santri Berkarakter Melalui Jambore Nasional

4

Ir Agusman Effendi (Anggota Dewan Energi Nasional) sedang menyampaikan materi dalam acara pembukaan Jambore Nasional Santri AFKN di Bogor (12-18 Agustus 2013)

Tak pernah berhenti mendidik dan mengkader. Inilah prinsip yang dijalankan Al-Fatih Kaaffah Nusantara. Bagaimana tidak, belum usai suasana Idul Fitri 1434 beberapa hari lalu, AFKN kembali melakukan pembinaan terhadap 750 santri AFKN asal Nuu Waar selama satu minggu, 12 – 18 Agustus 2013. Acara yang bertempat di Villa Alamanda, Jl Pasir Kuda, Kab Bogor, Jawa Barat ini digelar dalam program Jambore Nasional Santri AFKN.

Tepat pada hari Senin, 12 Agustus 2013, program yang bertema “Kita Bangun Semangat Persatuan dan Kesatuan, Serta Membangun Sumber Daya Manusia, Membangun Nuu Waar (Irian) dalam Bingkai NKRI Lebih Beradab dan Berkarakter” ini resmi dibuka. Dalam pembukaan acara, turut dihadiri oleh Ir Agusman Effendi (Anggota Dewan Energi Nasional), Ustadz M Zaaf Fadzlan R Garamatan (Ketua Umum AFKN),  dan Ustadz Ahmad Husein Dahlan, Lc, MM (Mudir Pesanten Nuu Waar AFKN).

Ketua Pelaksana Jambore, Rifat Tella mengatakan, kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang digelar pada awal bulan Syawal. Rifat yang juga santri AFKN mengaku mendapatkan banyak suntikan semangat dalam kegiatan semacam ini. “Ustadz Fadzlan selalu memberikan semangat dakwah kepada kami,” terang Rifat di hadapan para peserta.

Sementara itu, Ustadz Fadzlan Garamatan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa santri-santri yang berkumpul dalam acara ini selama ini ditebar oleh AFKN untuk menempuh studi di beberapa propinsi di Indonesia. Selain itu, di antara mereka juga ada yang baru datang dari Nuu Waar. “Merekalah ini anak-anak Muslim  dari Nuu Waar yang meski tak pernah diperhatikan oleh pemerintah, tapi mereka tetap anak bangsa yang mencintai tanah air mereka,” tegas Ustadz Fadzlan. Tidak hanya cinta, tambah Ustadz Fadzlan, mereka juga tetap semangat untuk menuntut ilmu meningkat kualitas mereka meski tak diperhatikan oleh negara.

Dari mulai Ramadhan hingga Syawal, santri-santri AFKN berkumpul di posko sementara AFKN di Pondok Hijau Permai, Bekasi Timur. Lalu dilanjutkan dengan program Syawal dalam Jambore Nasional. “Setelah ini mereka akan kembali dan masuk ke lembaga-lembaga pendidikan yang menjadi tempat mereka untuk menuntut ilmu agama dan umum,” papar dai asal Patipi, Fakfak, Nuu Waar ini.

Selama satu minggu di lokasi jambore, para santri akan dididik menjadi generasi Nuu Waar yang memiliki identitas keislaman dan kebangsaan yang baik. “Oleh karena itu, selama satu minggu ini, kita akan menyajikan materi tentang akidah, tauhid, akhklak, serta kebangsaan,” jelas Ustadz Fadzlan. Lebih lanjut, kata Ustadz Fadzlan, dalam acara ini juga ditekankan untuk pembangunan karakter sebagaimana yang tertuang dalam 17 Budi Kemuliaan AFKN: Menyayangi Sesama, Berlaku Jujur, Bertanggung Jawab,Menegakkan Disiplin, Berlaku Adil, Berkolaborasi dan Bersatu, Meningkatkan Kreativitas, Belajar dan Berilmu, Mencegah Kemungkaran, Menjaga Kedamaian, Membangun Kemandiri, Mencerahkan dan Mencerdaskan, Selalu Membuka Diri, dan Menjunjung Kesucian.

“Insya Allah dengan karakter tersebut kelak mereka akan menjadi agen perubahan di Nuu Waar. Tentu dengan sikap dan perilaku yang lebih baik, dan punya nilai yang besar di masyarakat,” harap Ustadz Fadzlan.

Setelah itu, Ir Agusman Effendi berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka acara jambore yang ditandai dengan pemukulan bedug. Pukulan bedug itu diikuti oleh teriakan “Allahu Akbar” dari para santri. Sebelum memukul bedug, anggota Dewan Energi Nasional ini mengatakan bahwa ini bukanlah jambore biasa. Ini jambore luar biasa. Ia mengatakan, “Semoga apa yang sedang kami kerjakan terutama dalam membuat kebijakan soal energi nasional, akan memberikan kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia seperti yang dilaksanakan AFKN saat ini.”

Dalam acara pembukaan itu juga, Mudir Pesantren Nuu Waar AFKN, Ustadz Ahmad Husein Dahlan, Lc melaporkan tentang progress pembangunan pesantren yang berada di Kampung Bunut, Kelurahan Tamansari, Kecamtan Setu, Bekasi. “Insya Allah tahun depan kita sudah bisa menggunakan tempat di pesantren kita sendiri, agar pendidikan bisa lebih fokus dan terprogram dengan baik,” tandasnya.* Ahmad Damanik/Humas AFKN  

Untuk melihat foto-foto acara pembukaan Jambore Nasional Santri AFKN, silakan klik