Banda Aceh Bercita-cita Wujudkan Kota Madani

Ustadz Fadzlan saat menyampaikan ceramah di Balaikota Banda Aceh

Ustadz Fadzlan saat menyampaikan ceramah di Balaikota Banda Aceh

Kamis (20/2), Pemerintah Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam menggelar tabligh akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Kantor Balaikota Banda Aceh.  Acara bertema “Kita Teladani Akhlak Rasulullah SAW Untuk Memperkuat Ukhuwah Islamiyyah Menuju Banda Aceh Model Kota Madani” ini dihadiri para Plh Walikota Banda Aceh, segenap pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta ribuan masyarakat Kota Banda Aceh.

Menurut Plh Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, acara ini digelar saat Kota Banda Aceh sedang berduka karena wafatnya Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, belum lama ini. Menurutnya, almarhum yang mendapat gelar Walikota Pembangunan ini, sangat berjasa dalam pembangunan Aceh pasca tsunami.

“Setelah membangun infrastruktur Banda Aceh pasca tsunami, beliau bercita-cita membangun kota ini menjadi kota madani,” ujar Illiza Sa’aduddin Djamal di hadapan para undangan. Sayangnya, tambah Illiza, Allah SWT telah memanggil beliau saat cita-cita itu tengah giat diwujudkan.

Katanya lagi, Kota Banda Aceh akan terus melanjutkan cita-cita alhamarhum untuk mewujudkan kota madani, sebagaimana juga yang tertuang dalam tema acara. “Aceh kini telah mendapat keistimewaan dengan menerapkan syariat Islam, jadi harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai Rasulullah SAW membina di Makkah dan Madinah,” ulasnya.

Untuk menghidupkan semangat itu juga, Illiza sengaja mengundang penceramah asal Irian Jaya, Ustadz M Fadzlan Garamatan. Ustadz Fadzlan, katanya, dikenal sebagai dai yang giat berdakwah di pedalaman Irian Jaya. “Saya bersyukur bisa mengenal beliau dan hari ini bisa berjumpa, sebelumnya saya banyak mengenal beliau melalui media massa dan internet,” aku Illiza.

Sementara itu saat menyampaikan ceramah, Ustadz Fadzlan Garamatan menyampaikan tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan Islam. Dakwah Nabi yang dimulai dengan menguatkan pondasi Islam dari sebuah negeri bernama Madinah. “Di sanalah Islam tegak yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, seluruh masyarakatnya tentram dalam naungan Islam, baik yang Muslim maupun non Muslim,” ungkap ustadz asal Patipi, Fakfak, Papua Barat.

Aceh, tambah Ustadz Fadzlan, sangat potensial untuk mewujudkan itu. “Hari ini Aceh telah mendedikasikan sebagai daerah istimewa yang menerapkan syariat Islam,maka dakwah Islam harus terus menerus dihidupkan di tengah masyarakat,” papar Ustadz Fadzlan yang juga Ketua Umum Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN).

Ustadz Fadzlan mengungkapkan bahwa Aceh telah memiliki jasa dalam penyebaran agama Islam di bumi Irian Jaya. “Atas izin Allah SWT, masyarakat Irian yang dulu disebut Nuu Waar mengenal Islam setelah datang Sultan Iskandar Syah, dai dari Pasai,” paparnya. Jadi, tambah Fadzlan, antara Aceh dan Irian memiliki ikatan yang kuat dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

Kalau sekarang Aceh telah menjadi serambi Makkah, ujar Ustadz Fadzlan, maka bukan tak mungkin Irian akan menjadi serambi Madinah. “Mohon doa jamaah sekalian, semoga kami bisa mewujudkan cita-cita Irian menjadi serambi Madinah,” harap ustadz yang juga salah satu inisiator Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Jika hal itu bisa terwujud, maka Indonesia ini ibarat sebuah bahtera besar. “Aceh sebagai nakhoda, dan Irian sebagai motor pengendali. Maka ke mana nakhoda akan menggerakkannya, maka motor kendali akan mengikutinya. Dan, pastinya itu menuju tegaknya syariat Allah SWT,” gugah Ustadz Fadzlan.* Ahmad Damanik