Aminah Saefudin, Lulusan Bidan Terbaik dari Nuu Waar

35581_214055608748122_2029438241_n

Aminah Saefudin bersama ibundanya

Sabtu (6/7), menjadi momen tak terlupakan dalam hidup Aminah Saifuddin, santri AFKN asal Raja Ampat – Nuu Waar. Hari itu putri pasangan (Alm) Dano Ahmad Saifuddin dan Zahra Abdul Halim tampil sebagai wisudawati dengan lulusan terbaik dari Akademi Kebidanan Yayasan Rumah Sakit Umum Sehat Medan, Sumatera. Atas prestasinya itu, Aminah mendapatkan piagam penghargaan dari Kepala Dinas Kesehatan Sumtera Utara.

Menurut dosen pembimbingnya, Yenni Kurniawati, S.ST, Aminah memang pantas mendapat predikat terbaik. “Selain memiliki kemampuan yang baik, Aminah juga memiliki sikap dan emosional yang baik, yang harus dimiliki seorang bidan,” ujar Yenni.

Dari hasil studinya, Aminah mendapat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,47. Hasil itu, merupakan pertolongan Allah SWT dan doa dari Sang Ibu, Zahra Abdul Halim. Tentu saja tidak ketinggalan dengan terus mengulang-ngulang pelajaran yang telah disampaikan dosen. “Dalam mencapai predikat terbaik  yang paling utama adalah belajar. Namun hasil belajar tersebut bukan hanya dibiarkan saja, melainkan harus selalu diulang,” kata Aminah.

Aminah mengaku, ilmu yang ia dapat juga sedapat mungkin dipraktekkan ketika di tempat tinggal. “Sehingga kita tidak hanya tahu teori saja, tapi bisa mempraktekkannya,” ujar Aminah. Selain itu juga, ketika dosen memberikan tugas, Aminah langsung mengerjakannya. Dan, buah dari kerja kerasnya itu pun baru dirasakan setelah tiga tahun menempuh pendidikan di Akademi Kebidanan Yayasan Rumah Sakit Umum Sehat Medan.

Sementara itu, sang ibunda mengatakan, anak kelima dari lima bersaudara itu memang sudah menonjol dari segi akademik sejak masih duduk di bangku SD. “Ia pernah menjadi juara umum berturut-turut di SMP dari kelas 1 hingga 3,” ulas Zahra. Sejak lama, kata Zahra, Aminah ingin menjadi dokter.

“Tapi karena masalah biaya, cita-citanya itu tidak kesampaian. Yang penting dia sudah masuk di dunia kesehatan,” cetus ibunda Aminah.

Kini, dengan gelar sebagai bidan, Aminah berharap profesinya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar. “Terutama dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi yang kerap terjadi dalam proses persalinan di Nuu Waar,” harap Aminah yang juga ingin membahagiakan orangtua.

Yang juga tak kalah penting, sebagai salah satu santri lembaga AFKN yang aktif berdakwah di Nuu Waar, Aminah pun ingin ilmunya dapat dimanfaatkan untuk dakwah Islam, terutama dakwah di Nuu Waar.

Sukses ya Aminah, semoga Allah SWT memberikan kemudahan.* Al-Lail Akbar Al-Fatih